dalam sunyi kurasakan belaianmu
anginpun mengangguk
dalam hening kunikmati sentuhanmu
dan bintang iri menyaksikan tak terbilang uluran tanganmu
ketika dalam senyap kusadar
betapa banyak lumpur membalut tubuhku
sekian lama mengerak dan berakar hingga sumsum paling dalam
pongah kudongakkan kepala mengayun langkah
tiada menoleh
tiada menunduk
hingga akhirnya terjerembab dan berdarah
kucari sungai beriak lembut
untuk membasuh dan lunturkan jelaga tubuhku
disini
aku dapati
yang aku cari